Minggu, 18 Oktober 2020

Fenomena Aktivitas Pembelajaran Daring Di Tengah Pandemi

 


Pendidikan pada saat ini sangat terganggu pelaksanaannya karena adanya wabah covid-19. Covid-19 adalah penyakit menular yang baru ditemukan. Walaupun lebih banyak menyerang lansia namun virus ini sebenarnya juga bisa menyerang siapa saja mulai dari bayi, anak-anak hingga orang dewasa (Ellora, 2020). Virus ini sangat mematikan, hampir ratusan ribu orang di Indonesia mengalami positif corona. Karena virus ini bisa menyerang siapa saja, maka pemerintah memberlakukan sistem pembelajaran daring.

            Sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet  (Ali Sadikin, 2020). Penyebaran covid 19 ini terjadi sejak awal bulan Maret tahun 2020. Dalam waktu singkat sudah ribuan orang yang terpapar virus covid ini. Berbagai kebijakan pemerintah dilakukan guna untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19. Oleh sebab itu diberlakukan lock down, PSBB. Hingga pemerintah mencanangkan era new normal yang disertai protokol pola hidup bersih dan sehat. Dimana pada masa ini kita harus menjaga jarak fisik dengan orang lain, mengunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan beraktivitas dari rumah, belajar atau bekerja.. Hampir semua sektor kena dampak dan sedang mengalami krisis yang sangat serius, salah satunya satunya dalam dunia pendidikan. Akibatnya Pemerintah menghimbau kepada seluruh instansi pendidikan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Pembelajaran jarak jauh dengan metode daring memiliki beberapa keuntungan dan kerugian yang berpengaruh terhadap proses dan hasil pembelajaran. Pembelajaran daring bisa lebih efektif bila didukung oleh sarananya diantaranya handphone, gawai, laptop atau komputer dan tentu saja jaringan internet serta kuota pulsa. Sejak Maret 2020, Kemendikbud sudah mulai menetapkan tata cara proses pembelajaran jarak jauh di tahun ajaran baru nanti menggunakan pembelajaran daring. Dalam pembelajaran tersebut tentu membutuhkan dukungan dari pemerintah, sekolah, guru, siswa serta orang tua. Pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid 19 ini hanya diberlakukan terhadap wilayah zona merah, kuning dan oranye.

Penggunaan media berbasis multimedia merupakan salah satu solusi untuk membuat peserta didik mampu memahami materi pelajaran dengan baik. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang saya tanyakan ke beberapa guru dan  menunjukkan bahwa ada pengaruh positif penggunaan e-learning terhadap motivasi dan prestasi belajar peserta didik di SMA Negeri 1 Muara Batu. Pembelajaran daring menggunakan media online telah diterapkan di SMA Negeri 1 Muara Batu sejak mulai diberlakukannya work from home pada 25 April 2020 selama masa pandemi covid-19. Media online yang digunakan seperti whatsapp group dan google classroom. Materi yang diberikan dalam bentuk powerpoint, video singkat, dan bahan bacaan. Namun dalam pelaksanaan pembelajaran daring tersebut, perlu dilakukan evaluasi agar didapatkan langkah perbaikan jelas yang berbasis data. Hal itulah yang mendasari untuk kita mengetahui gambaran efektivitas pembelajaran daring menggunakan media online di SMA Negeri 1 Muara Batu, Aceh Utara.

Menurut saya sebagai seorang mahasiswa yang juga mendapatkan efek dari pembelajran daring ini, ada beberapa keuntungan juga dalam pembelajaran daring yaitu saya akan berusaha untuk belajar lebih efektif lagi dan menggunakan berbagai macam jenis teknologi informasi, dimana sebagai seorang mahasiswa yang seharusnya dituntut untuk tetap aktif dalam mengupdate berbagai macam aplikasi pembelajaran online agar menjadi menarik dan semangat buat siswa. Selama belajar dari rumah ini juga memiliki kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan seminar-seminar online baik itu dengan menggunakan aplikasi pembelajaran seperti google classroom, google meet,dan lain lain. Dengan adanya seminar online ini berguna untuk menambah wawasan tentang materi yang disampaikan.

Disamping berbagai keuntungan yang didaptkan, pembelajaran daring ini sebenarnya ada beberapa hal kerugiannya yang didapatkan yaitu siswa atau mahasiwa pastinya memiliki kesulitan untuk belajar online karena tidak adanya kuota pulsa. Dan bagi siswa yang Sekolah Dasar tidak terbiasa dengan penggunaan Gawai. Dengan adanya pandemi covid 19 ini banyak orang tua yang semula bekerja kini tidak bekerja lagi akibat terkena pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan oleh perusahaan tempat orang tua tersebut bekerja. Bagi orang tua yang bekerja disektor informal maupun non formal pun sama terkena dampak, mereka sudah tidak bisa lagi membeli pulsa, mereka lebih memilih membeli beras untuk makan daripada buat belajar.

Ada beberapa mata pelajaran yang sebenarnya tidak efektif dilaksanakan dalam metode daring ini, yaitu: Matematika dan IPA dikarenakan membutuhkan waktu yang lebih untuk menjelaskan materi pelajaran tersebut. Ini akan menjadi salah satu kelemahan tersendiri bagi guru dan siswa khususnya kedua mata pelajaran tersebut. Menurut saya belajar Matematika sendiri tentu membutuh penjelasan berulang-ulang agar siswa dapat memahami materi yang diberikan. Begitupun juga untuk mata pelajaran IPA yang tidak asing dengan praktik dan waktu yang panjang dalam memahami materi pelajaran yang diberikan.

Problematika yang terjadi saat ini adalah masih banyak peserta didik yang menganggap matematika pelajaran yang sulit. Sebagaimana pendapat beberapa guru, matematika dianggap sebagai pelajaran yang sulit karena karakteristik matematika yang bersifat abstrak, logis, sistematis, dan penuh dengan lambang serta rumus yang membingungkan. Kesulitan yang ada dalam mata pelajaran matematika menuntut kreativitas guru mata pelajaran matematika untuk mengembangkan pembelajarannya, baik dalam hal metode maupun media yang digunakan. 

Di masa pandemi ini juga siswa pastinya mulai merasa jenuh akan belajar di rumah dan ingin segera bertatap muka dengan guru dan teman temannya. Kejenuhan siswa terjadi karena mereka bosan dengan kondisi dan situasi yang ada yang memaksa mereka untuk tetap berada pada kondisi dan situasi tersebut seperti tidak boleh keluar rumah, mengerjakan pekerjaan yang ada di rumah, dimarahi orang tua dan lain lain.

Meskipun peserta didik lebih banyak menyukai pembelajaran secara tatap muka, namun mereka menerima kenyataan pembelajaran daring ini sebagai konsekuensi pemberlakuan metode daring dari pemerintah. Hal tersebut membuat mereka semakin sering dan semakin lama menggunakan handphone untuk daring dan untuk mengerjakan tugas pelajaran. Hal itu juga yang membuat mereka mengalami keluhan fisik seperti mata yang kelelahan dan sakit kepala akibat terlalu sering menatap gawai. Begitu pula dengan keluhan psikologis yang bahwa ingin semuanya segera berakhir.

Sebagai generasi muda, wabah Corona Virus-19 ini membuat kita untuk menyatakan siapa kita dan jati diri kita. Kita juga diundang untuk tidak lantas berpangku tangan, berpasrah, dan hanya mengeluh dalam menghadapi pandemi ini. Tindakan-tindakan nyata kita yang kreatif, kiranya dapat kita aplikasikan dalam kehidupan nyata. Tindakan-tindakan inilah yang menjadi bukti bahwa kita semua adalah warga dunia yang yang tentu tidak diam atas penderitaan, melainkan memilih menggunakan kesempatan besar yang tersedia ini untuk menyatakan jati diri kita sebagai warga dunia yang berani untuk bersolider.

Demikian fenomena pembelajaran daring yang terjadi pada masa pandemi covid 19. Jadi pilihan utama kita bersama adalah untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus, tetapi tetap berupaya memenuhi ajaran pendidikan. Tapi keselamatan dan kesehatan guru, siswa, orang tua dan kepala sekolah selalu menjadi prioritas yang utama. Dan kita juga berharap agar wabah covid 19 ini cepat segera berakhir dan kita bisa menjalani proses pendidikan seperti sedia kala.

Minggu, 16 Desember 2018

Mengenal psikologi sosial


Psikologi Sosial

Psikologi sosial menjadi akar dan paradigma mendasar ilmu psikologi, dimana psikologi sosial menyentuh semua aspek kehidupan manusia dan bermulti interaksi dengan semua bidang keilmuan yang lain (Soeparno 2011). Psikologi sosial merupakan pokok bahasan dalam sosiologi karena dalam sosiologi dikenal ada dua perspektif utama, yaitu :
1.      Perspektif struktural makro adalah perspektif yang menekankan kajian struktur social.
2.       Perspektif mikro adalah perspektif yang menekankan pada kajian individualistik dan psikologi sosial dalam menjelaskan variasi perilaku manusia.

Di Amerika disiplin ini banyak dibina oleh jurusan sosiologi - di American Sociological Association terdapat satu bagian yang dinamakan ”social psychological section”, sedangkan di Indonesia, secara formal disiplin psikologi sosial di bawah binaan fakultas psikologi, namun dalam prakteknya tidak sedikit para pakar sosiologi yang juga menguasai disiplin ini sehingga dalam berbagai tulisannya, cara pandang psikologi sosial ikut mewarnainya.
Apakah perbedaan di antara Sosiologi dan Psikologi ??
Kita sering berpikir bahwa yang namanya dunia psikologi adalah dunia yang berkaitan dengan persoalan perasaan, motivasi, kepribadian, dan yang sejenisnya. Dan kalau berpikir tentang sosiologi, secara umum cenderung memikirkan persoalan kemasyarakatan. Kajian utama psikologi adalah pada persoalan kepribadian, mental, perilaku, dan dimensi-dimensi lain yang ada dalam diri manusia sebagai individu. Sosiologi lebih mengabdikan kajiannya pada budaya dan struktur sosial yang keduanya mempengaruhi interaksi, perilaku, dan kepribadian. Kedua bidang ilmu tersebut bertemu di daerah yang dinamakan psikologi social (Haryanto and Nugrohadi 2011).









DAFTAR PUSTAKA

Haryanto, Dany and G.Edwi Nugrohadi. 2011. “Pengatar Sosiologi Dasar.” Pp. 181–87 in Pengatar Sosiologi Dasar.
Soeparno, Koentjoro. 2011. “Social Psychology: The Passion Of Psychology.” Buletin Psikologi 19(1):16–28.

Semoga postingan kali ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih :)

Selasa, 11 Desember 2018

Ibu, Aku pergi!








         Sore yang dingin di desa yang terbilang jauh dari keramaian,tampak sorang wanita tua sedang membersihkan halaman rumah. Wajahnya yang semakin tua tampak sedih di rautnya. di usinya yang semakin senja masih terlihat semangat untuk bekerja. Tak pernah mengeluh walaupun tubuh semakin kecil dimakan usia. Di teras rumah tampak anak kecil yang sedang asik bermain di usianya yang belia.
        Aku berdiri memperhatikan ibuku yang sibuk bekerja. Ku perhatikan ibuku, saudara-saudaraku, sebentar lagi aku akan merantau melanjutkan pendidikanku stelah tamat Sekolah Menengah Atas. Tentu saja aku akan pergi meninggalkan mereka. Sedih, tapi ini harus aku lakukan karena mungkin dengan kuliah di Medan membuatku lebih berkembang dan kritis dalam berfikir maupun bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

        Namaku Haryati, aku adalah anak tunggal. Aku anak dari keluarga sederhana. Ibuku bekerja sebagai petani di sawah orang. Karena kami tinggal di pesisir, ayahku dulu semasa hidupnya bekerja sebagai nelayan yang gajinya tidak seberapa itu. Akan tetapi aku tidak pernah malu, walaupun hidup sederhana ,tapi kedua orang tuaku berusaha untuk menyekolahkan aku hinga keperguruan tinggi, bahkan aku bias kuliah ke Medan. Orang tua lain belum tentu mampu melakukan apa yang dilakukan oleh ibuku. Ibuku pernah berkata “ kamu harus bersekolah, selagi ibu masih ada tenaga untuk mencari rezeki untuk menyekolahkan mu. Walaupun terkadang mencari uang itu susah, tapi rezeki akan datang dimanapun dan kapanpun selagi kita masih mau berusaha mencarinya”.

        Aku bersyukur terlahir dari keluarga sederhana tapi mempunyai semangat berjuang untuk hidup. Ibuku hanya lulusan Sekolah Dasar,tetapi meskipun begitu, ibu tidak ingin aku merasakan apa yang telah dia rasakan.
        Selama ini aku tak pernah jauh dari ibuku. Ibu adalah orang yang paling dekat denganku. Aku selalu membantu ibu bekerja. Hari-hari bersama ibu adalah hari yang tak akan pernah terlupakan. Aku sangat bahagia masih bisa melihat  ibu hingga sekarang, dan aku berdoa di setiap sepertiga malam dan sangat berharap ibuku bisa melihat anaknya sukses di kemudian hari. Love you Moms.

       Tahun 2018 aku lulus dari sekolah menengah atas (SMA) dan itu berarti aku harus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.Setelah melihat hasil pengumuman SNMPTN dan alhamdulillah aku lulus di Universitas yang aku pilih. Aku mempunyai kesempatan untuk untuk kuliah di Sumatera Utara yaitu di Universitas Sumatera Utara, Medan. Dari sekolah aku segera bergegas pulang kerumah untuk memberitahukan ibuku kabar bahagia ini. Alhasil ibuku malah tidak setuju untuk aku berkuliah ke Medan dan bahkan dia mengancamku untuk tidak memberi biaya sepeserpun. Ibu marah-marah kepadaku karena aku tidak memberitahunya saat mengisi ptn mana yang aku pilih. Aku menangis dan bersikeras tetap kekeh untuk kuliah di Medan. Untuk mencari biaya berangkat pertama aku meminta pada pamanku. Dengan bahagia dan berlagak sombong aku pulang kerumah dan memperlihatkan kepada ibuku bahwa aku mendapat biaya untuk ke Medan. Hari berganti hari, aku merayu dan meyakinkan ibuku untuk mendapatkan izin kuliah di luar kota. Dan pada akhirnya ibu memberiku izin.
Jauh hari sebelum aku berangkat, ibu selalu mengingatkan aku agar selalu hati-hati di rantauan. Dan selalu mengingat Allah Swt. Banyak sekali pesan ibu untukku selama di rantau orang. Ibu sangat takut terjadi sesuatu kepadaku selama di rantau dan tidak bisa menjenggukku.

        Hari-hari sebelum keberangkatanku adalah hari membuatku sangat muram. Mungkin karena baru pertama kalinya aku merantau. Baru pertama kalinya aku aku harus jauh dari keluargaku, sahabat-sahabatku. Makan malam bersama ibu di lantai yang beralaskan tikar membuatku semakin sulit untuk melangkah meninggalkan rumah tempat pertama kali aku mengenal dunia ini. Dirantau mungkin tak bisa seperti itu lagi. Aku harus hidup sendiri, jauh dari semuanya.
       Begitu tulus cinta kasih seorang ibu terhadap anaknya, aku tidak akan pernah mengecewakannya. Aku percaya dibalik kesuksesan seorang anak pasti ada ibu yang terus berjuang di balik layarnya.
 Jadi, buat kalian jangan pernah menyakiti hati  orang tua kalian apalagi hati seorang ibu dan jangan pernah membuatnya kecewa.

Teruntukmu yang pernah membuat luka

   

Ingin sekali aku mengatakan sejujujurnya bahwa sebenarnya hatiku masih ingin memiliki dirimu.
ingin sekali memiliki mu dengan ikatan yang halal. Akan tetapi terkadang hatiku berkata tidak saat aku mengingat luka yang pernah tergores di hatiku. Luka yang masih membekas. Luka dalam yang kau berikan.
Luka yang tak berdarah tapi terasa sangat sakit.

Memang aku yang selalu egois terhadap hubungan ini. akan tetapi kegoisanku sebenarnya hanya untuk membuatmu berubah.
Aku pernah mengatakan kepadamu, aku tidak ingin menjalin sebuah hubungan dengan orang lain. Memang pernah, tapi kau tidak peka akan kata-kata itu.
Kata "tidak akan pernah" itu kulontarkan hanya untuk mengetahui seberapa besar kasih dan sayang mu kepada ku.
Bodoh, ya!
Memang aku yang bodoh, aku yang bodoh karena mencintai seseorang dengan tulus yang pada kenyataannya dia malah sebaliknya.
Cinta bagimu mungkin hanya untuk main-main saja, hanya untuk kesenangan dirimu saja.
Tapi tidak Bagiku.
Aku ingin sekali mencintai seseorang yang layak untuk dicintai dan mencintai ku dengan tulus kasih dan sayangnya.
Dan ingin sekali hanya satu lelaki yang aku cintai dalam hidupku setelah Rasulku dan Ayahku itu adalah Kamu.
Mungkin ini hanya mimpi.
Mimpi yang indah yang pada kenyataannya tidak akan pernah terjadi.